Jumat, 24 Oktober 2014

"Pak Basuki, Kangen Enggak sama Pak Jokowi?"


Masa kanak-kanak merupakan masa yang terindah dan penuh tawa. Tumbuh kembang anak dalam mengenal lingkungan sekitar beserta orang-orang di sekelilingnya terjadi secara alamiah dan menggemaskan. Hal ini dibuktikan lewat salah satu acara kunjungan anak-anak sekolah dasar (SD) ke kantor Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di Balaikota, Jumat (24/10/2014). Kain batik betawi

Hari ini, sejumlah anak-anak SD dari SDN 01 Menteng, SD Gondangdia, Belarminus, Kembang, dan PSKD Mandiri, tampak begitu bersemangat bermain-main bersama Ahok. Dengan ekspresi lucu, beberapa dari anak-anak SD tersebut meminta Ahok untuk bercerita soal Jakarta, menjelaskan tugas-tugasnya, dan menggambar Monas pada kertas lukis. Tentunya, dengan semangat yang sama, Ahok pun melakukan semua permintaan tamu-tamu ciliknya tersebut.

Sebuah kejadian lucu dan menarik terjadi saat anak-anak bermain di ruang kerja Ahok, tiba-tiba salah satu anak bertanya, “Pak Basuki, Bapak kangen enggak sama Pak Jokowi?”
Sontak, semua yang berada di dalam ruangan mendadak diam dan tersentuh mendengar pertanyaan lugu tersebut.

Kemudian, Ahok menjawab, "Kangen, karena enggak ada tempat melapor lagi. Sekarang, cuma dihalangi Monas. Pak Jokowi ada di seberang." Maksud dari jawaban Ahok itu adalah soal jarak kantornya di Balaikota dengan kantor Jokowi di Istana Negara. Kedua lokasi tersebut seperti kita ketahui memang dipisahkan oleh Tugu Monas.  

Selanjutnya, seorang anak SD lainnya bertanya, "Pak Basuki kalau kerja serius tidak?", yang kemudian disambut tawa oleh pengunjung lainnya, termasuk Ahok.
"Dikiranya saya tidak serius," jawab Ahok yang kala itu mengenakan kemeja batik berwarna coklat.  

"Surat-surat di meja ini dibaca, kemudian diberi disposisi, agar bisa minta tolong staf bantu mengerjakannya. Baca cepat, bantu cepat,"  terangnya.
Seusai mendengar jawaban Ahok, tamu ciliknya tersebut merasa takjub dan kembali bertanya apakah benar tumpukan surat tebal di mejanya harus dibaca semua.

Selain menjawab pertanyaan dari tamu-tamu ciliknya, Ahok juga mengajarkan anak-anak mengenai permasalahan yang dihadapi oleh Kota Jakarta, yakni kemacetan, banjir, dan sampah. Secara singkat, dengan bahasa yang mudah dimengerti anak-anak, Ahok menjelaskan upaya-upaya yang dilakukan untuk mengurangi permasalahan tersebut.
Pada akhir acara, Ahok pun mengimbau anak-anak agar tidak membuang sampah sembarangan. Hal tersebut pun disambut anggukan oleh anak-anak yang tadi kompak mengenakan seragam sekolah masing-masing.

Senin, 06 Oktober 2014

Batikology.org dan Donasi, Cara Indosat Berperan Serta Melestarikan Batik


Keagungan batik sebagai warisan budaya Indonesia kembali diperingati dengan perayaan Hari Batik Nasional, Kamis (2/10) lalu. Tahun ini menandakan tahun ke-5 Batik diakui sebagai warisan budaya khas Indonesia oleh UNESCO.

Bertepatan dengan perayaan Hari Batik Nasional, Indosat kembali menunjukkan komitmennya dalam pelestarian kain bercorak yang menjadi identitas bangsa tersebut. Indosat meluncurkan sebuah portal digital berkonsep user generated content (UGC) bernama BATIKOLOGY.org. Melalui portal ini Indosat mencoba mengajak seluruh anggota masyarakat terutama pelanggan Indosat untuk memberi kontribusi dalam melestarikan batik.

“BATIKOLOGY.org adalah cara kami untuk mengekspresikan nasionalisme dan kecintaan kami kepada negeri. Kami bangga dapat ambil bagian dalam pelestarian batik sebagai salah satu warisan budaya bangsa,” ujar Alexander Rusli, President Direktur dan CEO Indosat.

BATIKOLOGY.org merupakan portal UGC pertama di Indonesia dan di dunia yang mengusung batik dan pelestariannya. Pelanggan Indosat sebagai user dapat mengeksplorasi beragam konten menarik, interaktif dan relevan mengenai batik dalam portal ini. Selain itu, user juga dapat berkontribusi membagikan informasi di dalamnya.

Portal UGC ini memiliki tiga fitur utama yaitu Batik Spot, Batiknowledge dan Galeri Batik. User dapat merekomendasikan tempat-tempat pembuatan atau penjualan batik favorit kepada user lain terutama travelermelalui fitur Batik Spot. Caranya cukup dengan check-in di tempat-tempat tersebut.

Sementara jika ingin berbagi pengetahuan seputar batik, user dapat mengakses fitur Batiknowledge. Berbagai informasi mulai dari tipe-tipe batik Nusantara sampai tips merawat batik dapat dibagikan di sini.User juga dapat meramaikan BATIKOLOGY.org dengan berbagi foto-foto bertema batik lewat fitur Galeri Batik. Foto dapat diunggah dengan mencantumkan #Batikology.

Selain melalui portal BATIKOLOGY.org, dukungan Indosat dalam pelestarian batik juga dilakukan lewat rangkaian kegiatan lain. Baru-baru ini Indosat menyerahkan donasi kepada tokoh pembina industri batik Indonesia, Darwina Pontjo Sutowo. Donasi tersebut berasal dari hasil penjualan voucher isi ulang edisi batik yang khusus diterbitkan pada Hari Batik Nasional tahun 2013 lalu. Indosat menyisihkan sebesar Rp 50,- pervoucher tanpa memotong pulsa pelanggan. Jual kain bati betawi murah

Untuk memeriahkan perayaan Hari Batik Nasional tahun ini, Indosat mengadakan kompetisi Photo Story #Batikology yang akan berlangsung sampai 15 November 2014. Cara berpartisipasinya mudah, cukup dengan mendaftarkan diri di www.batikology.org dan follow Twitter @indosatmania. Peserta kemudian dapat langsung mengunggah foto tema Batik mereka ke Twitter.

Untuk memenangkan kompetisi ini peserta diwajibkan menyertakan cerita tentang keunikan batik yang terdapat dalam foto. Misalnya saja nama pengrajin, sejarah, arti motif batik, cerita di balik batik, dan lain-lain dengan menyertakan #Batikology dan mention @indosatmania. Peserta dengan foto dan cerita paling menarik akan berhak menerima hadiah dari Indosat.