Jumat, 22 Mei 2015

Kiprah Bramantyo, Seniman Nyentrik di 'Pernikahan' Mbah Kodok dengan Peri


'Pernikahan' Bagus Kodok Ibnu Sukodok dengan peri Roro Sukowati menggegerkan Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, pada 8 Oktober 2014 lalu. 'Pernikahan' itu adalah seni kejadian (happening art) yang narasinya dibuat seniman Bramantyo Prijosusilo untuk menyadarkan warga tentang menjaga hutan dan mata air. Bagaimana kiprah Bramantyo selama ini?

Nama Bramantyo mencuat pada 2011 lalu. Saat itu Bramantyo sempat menuding penyair Taufiq Ismail melakukan plagiarisme.

"Gara-garanya waktu itu status Facebook, ada buku pelajaran sastra SMP yang memuat saduran puisi seorang penyair Amerika namun ada nama Taufiq Ismail. Lantas jadi heboh, ramai waktu itu. Fadli Zon keponakan Taufiq Ismail ikut nimbrung, dalam seluruh karya Taufiq Ismail dikumpulkan dan tidak ada karya itu," 

Taufiq Ismail, imbuhnya, sempat menuntutnya atas pencemaran nama baik menurut UU ITE. "Saya minta maaflah. Akhirnya Taufiq Ismail jadi tahu bahwa selama ini secara resmi di buku sekolah, saduran itu diatributkan kepada dia, padahal bukan dia yang menerjemahkan. Sajak itu masih belum ada yang mengaku menerjemahkannya," imbuh pria blasteran Australia-Indonesia ini.

Dalam catatan detikcom, di Facebook Bramantyolah masalah plagiarisme yang dialamatkan kepada Taufiq merebak. Taufiq sempat tidak terima dan merasa telah dinista. Pada 2 April ia mengeluarkan pernyataan akan membawa kasus tuduhan tersebut ke ranah hukum, dengan mengadukan Bramantyo ke polisi.

Saat berdamai dengan Taufiq Ismail 2011 lalu, pria berjenggot itu muncul dengan busana nyentrik khas seniman. Kain batik yang diikatkan sebagai blangkon di kepala dan celana pencak silat. Saat itu dia bekerja sebagai seorang petani dengan lahan seluar 7 hektar yang ditanami tumbuhan organik seperti padi, jamu-jamuan dan buah-buahan. Jual Kain Batik betawi

Di luar pekerjaannya sebagai petani, mantan wartawan BBC London itu juga gemar menulis opini dan pemikirannya di media massa atau pun untuk konsumsi pribadi. Bramantyo juga mencintai puisi sejak SMP.

“Saya juga banyak menulis opini di media massa, tentang masalah sosial, politik dan budaya,” kata pria kelahiran 9 Agustus 1965 itu saat berbincang seusai acara perdamaiannya dengan Taufiq Ismail di Fadli Zon Library, Benhil, Kamis, Jakarta Kamis (14/4/2011).

Bramantyo menjadi sorotan kembali pada 2012. Bramantyo saat itu hendak menggelar aksi tunggal di depan markas satu ormas Islam di Kotagede Yogyakarta. Belum sempat memulai aksinya, Bramantyo sudah ditarik dan dilawan oleh puluhan anggota laskar ormas. Tarik-menarik dan saling dorong antara polisi dan laskar pun terjadi.